IPTEK dan Seni Dalam Pandangan Islam


Pada dasarnya ilmu tidak dapat lepas dari pengetahuan. Seseorang tidak akan mendapat ilmu sebelum mendapat pengetahuan. Pengetahuan itu sendiri dapat diperoleh melalui indra dan pemahaman kejadian di lingkungan / alam. Maka dari itu ilmu sangat erat dengan pengetahuan, dan seringnya digabung menjadi ilmu pengetahuan. Dalam Al- Quran pun disebutkan bahwasannya Allah  SWT memerintahkan kepada manusia agar mengamati dan  mengkaji fenomena yang terjadi di alam semesta, yaitu pada Quran surat Ali imron ayat 191. Rosululloh SAW juga bersabda pada sebuah hadist , yaitu mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Disini mencari ilmu itu wajib, apapun ilmu itu, yang penting tidak bertentangan dengan syariat islam . manusia sebagai muslim itu harus cerdas, berpikir kreatif, dan bias menyelesaikan masalah di berbagai situasi. Nabi SAW juga menyukai orang yang cerdas, dan ia juga senantiasa beramal shaleh.

         Setelah pengetahuan, seni juga merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia. Manusia dalam kehidupannya tidak lepas dari seni,yaitu ungkapan keindahan dari manusia. Ungkapan – ungkapan tersebut bisa berupa patung, pahatan, lukisan, tarian, dsb. Karya seni yang dihasilkan manusia sangatlah beragam, karena setiap manusia pasti memliki exspresi dalam penuangan karya seninya. Pada zaman nabi, seni juga sudah banyak, sebagai contoh, nabi SAW memerintahkan agar membaguskan atau menghias Al Quran dalam membacanya. Selain itu,dalam adzanpun disuruh suaranya yang merdu. Ini menandakan bahwa rosulpun menyuuruh kita berseni dalam kebaikan. Pada hakekatnya, manusia memang menyukai keindahan,sesuai dengan fitrahnya. Namun jikalau seni itu mengarah pada hal yang haram dilakukan, kita harus meninggalkan seni tersebut.

         Allah SWT menciptakan manusia pada dasarnya adalah untuk beribadah. Disini cara ibadah itu bermacam – macam, bukan hanya sekedar shalat dan dzikir. Menolong orang itu ibadah, membuat makalah itu ibadah , mengerjakan tugas dosen itu ibadah, dan masih banyak lagi. Begitupun dengan mencari ilmu pengetahuan dan berkarya seni. Jika kita punya ilmu dan seni, kita bisa membuat teknologi, dan itu akan menjadi pahala besar, apalagi jika itu berguna bagi masyarakat. Semua amal itu bisa bernilai ibadah itu tergantung niatnya,sesuai hadist Rosululloh, yaitu setiap amal itu tergantung niatnya. Jadi, jika kita niatkan saja amal kita sebagai ibadah, insya Allah bernilai ibadah.

Peran Islam dalam perkembangan iptek adalah bahwa Syariah Islam harus dijadikan standar pemanfaatan iptek. Ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah islam) wajib dijadikan tolok ukur dan pemanfaatan iptek, bagaimana pun juga bentuknya. Iptek yang boleh dimanfaatkan  adalah yang telah dihalalkan oleh syariah islam. Sedangkan Iptek yang tidak boleh dimanfaatkan adalah yang telah diharamkan. Akhlak yang baik muncul dari keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sumber segala kebaikan, Keindahan, dan Kemuliaan. Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT hanya akan muncul bila diawali dengan  pemahaman ilmu pengetahuan dan pengenalan terhadap Tuhan Allah SWT dan terhadap alam semesta sebagai tajaliyat (manifestasi) sifat-sifat KeMahaMuliaan, Kekuasaan dan Keagungan-Nya.
Islam sebagai agama penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan,sangat mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari, mengamati, memahami dan merenungkan segala kejadian di alam semesta. Dengan kata lain Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuandan teknologi. Berbeda dengan pandangan Barat yang melandasi pengembangan Ipteknya hanya untuk mementingkan duniawi, maka Islam mementingkan penguasaan Iptek untuk menjadi sarana ibadah atau pengabdian Muslim kepada Allah SWT dan mengembang amanat Khalifatullah (wakil/mandataris Allah) di muka bumi untuk berkhidmat kepada manusia dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam. Ada lebih dari 800 ayat dalam Al-Quran  yang mementingkan proses perenungan, pemikiran, dan pengamatan tehadap berbagai gejala alam, untuk di tafakuri dan menjadi bahan dzikir kepada Allah.
Bila ada pemahaman atau tafsiran ajaran agama Islam yang menentang fakta ilmiah, maka kemumgkinan yang salah adalah pemahaman dan tafsiran terhadap ajaran agama tersebut. Bila ada ilmu pengetahuan yang menentang prinsip pokok ajaran agama Islam maka yang salah adalah tafsiran filosofis atau paradigma materialisme yang berada di balik wajah ilmu pengetahuan modern tersebut. Karena alam semesta yang dipelajari melalui ilmu pengetahuan dan ayat-ayat suci Tuhan( Al-Quran) dan Sunnah Rasulullah SAW yang di pelajari melalui agama adalah sama-sama ayat (tanda-tanda dan perwujudan ) Allah SWT, maka tidak mungkin satu sama lain saling bertentangan  dan bertolak belakang, karena keduanya berasal dari satu sumber sama, Allah Yang Maha Pencipta dan Pemelihara seluruh Alam Semesta.


DAFTAR PUSTAKA

Al-Qardhawi, Yusuf. 2001. Fiqih Musik dan Lagu, persfektip Al-Quran dan As-Sunnah.        
                                  Bandung : Mujahid Press
Al-Qardhawi, Yusuf. 2003. Halal Haram dalam Islam. Solo : Era Intermedia
                                  HR. Abdun bin Hunan dan Tirmidzi.
Samantho, Y.Ahmad.IPTEK dari Sudut PandangIslam.http://ahmadsamantho.wordpress.com
                                 Taher, Tarmizi.Ummatan Wasathan.www.republika.co.id.




Comments

Popular posts from this blog

ORGANISASI PENDIDIKAN : JENIS DAN STRATEGI PENGUATAN

DAULAH ABASYYIAH (AL MA"MUN & HARUN AL RASYID)