Hukum Jual Beli Sperma Manusia Dan Adanya Bank Sperma Menurut Islam

Image
Praktek jual beli sperma sekarang tengah merajalela dalam kehidupan bermasyarakat, banyak suami istri yang susah memiliki anak bahkan sampai ada yang didiagnosa tidak akan memiliki anak (mandul) melakukan berbagai cara agar dapat memiliki anak. Karena anak bagi sebagian masyarakat adalah harta termewah untuk kehidupan masa depan mereka dan sebagai penerus keturunan mereka. Apalagidengan adanya kemajuan teknologi dibidang kedokteran yang membentuk bank sperma (cryiobanking) agar orang dapat membelinya dan memiliki anak dengan cara enseminasi buatan, enseminasi buatan diambil dari pendonor sperma tanpa menghiraukan adanya perkawinan atau tidak. Hal ini tentu akan menjadi permasalahan dengan nasab anak tersebut. Sehingga timbul berbagai pertanyaan dalam masyarakat apakah memiliki anak dengan cara enseminasi buatan termasuk perbuatan zina? karena tidak diketahui siapakah bapak biologis si anak tersebut, sedangkan zina dalam Islam termasuk perbuatan yang haram. Ada juga yang menggunakan ba…

Urgensitas Teknologi Dalam Pendidikan

Urgensitas Teknologi Dalam Pendidikan

realitas dewasa ini penggunaan teknologi semakin pesat dan sudah menjadi suatu kebutuhan primer yang harus dipenuhi, mulai dari kalangan Mahasiswa, SMA, SMP bahkan pelajar SD pun ikut memanfaatkannya. Tidak jarang kita jumpai seorang pelajar yang sana-sini membawa laptop, Hp, smartphone, aipet, aiphone, dll.
Dalam Dunia pendidikan, pemanfaatan teknologi digunakan hamper diseluruh penjuru Dunia guna membantu mereka dalam pengembangan sumberdaya manusia termasuk dinegara kita Indonesia. Di negara Indonesia teknologi merupakan salah satu hal yang dianggap penting dalam membantu proses tercapainya tujuan pendidikan.
Bahkan ada sebagian pengajar yang tidak dapat mengajar akibat teknologi yang digunakan tidak dapat berfungsi secara optimal (Laptop Error, mati lampu, LCD tidak menyala). Sebegitu urgennya teknologi dalam pendidikan sehingga di era sekarang ini pembelajaran yang dilakukan secara konvensional sudah lagi tidak digunakan bahkan dianggap sudah ketinggalan zaman, meskipun masih ada sebagian pengajar yang menggunakan metode-metode tersebut (ceramah, mendekte, mencatat) tetapi pembelajaran tersebut tentu akan mendapat perhatian khusus dari pihak lembaga pendidikan tersebut. Hal ini dikarenakan adanya tuntutan yang telah diterapkan oleh pemerintah terkait dengan kurikulum 2013, yang mana disitu dijelaskan bahwa para pendidik diharapkan dapat mengajar dengan menggunakan pendekatan multimedia. Oleh sebab itu para pengajar/pendidik setidaknya memiliki sedikit gambaran dan pengetahuan dasar tentang teknologi. Apa dan bagaimana fungsinya teknologi tersebut?
Namun, yang menjadi pertanyaan apakah pemanfaatan teknologi tersebut sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan? Adakah batasan-batasan tertentu dalam penggunaan teknologi? Bagaimana dengan lembaga pendidikan yang ada didaerah pelosok terpencil? Akankah lembaga tersebut mendapat bantuan dari pemerintah? Dapatkah lulusan pedesaan disamakan dengan lulusan perkotaan (UAS)? Bagaimana usaha pemerintah dalam mensosialisasikan kurikulum 2013 yang menuntut untuk menggunakan pendekatan multimedia?

Popular posts from this blog

DAULAH ABASYYIAH (AL MA"MUN & HARUN AL RASYID)

ORGANISASI PENDIDIKAN : JENIS DAN STRATEGI PENGUATAN