Kualitas Lembaga Pendidikan

Dalam rangka mewujudkan tatanan masyarakat Indonesia yang sejahtera serta modern hal yang paling urgen untuk diperhatikan adalah terkait masalah pendidikan, dimana pendidikan tersebut mempunyai problema didalamnya antara lain: kebijakan pendidikan terkait masalah persatuan bangsa, desentralisasi pendidikan maupun mutu pendidikan.

Dari berbagai unsur penyelenggaraan pendidikan dapat diketahui bahwa betapa peningkatan kualitas pendidikan dengan sarana yang terbatas sangat sulit. Selain itu pendidikan yang minim dan penghargaan kepada profesi guru yang sangat rendah dan terbatasnya berbagai sarana penunjang pendidikan lainya. Menurut HAR. Tilaar peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu masyarakat mutlak untuk mempercepat terwujudnya suatu masyarakat yang demokratis. Masyarakat yang cerdas hanya dapat dihasilkan melalui pendidikan yang berkualitas. Kunci utama didalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah mutu para guru. Dalam hal ini bukan hanya dperlukan mutu informasi mendasar dari pendidikan guru kita, tetapi juga sejalan dengan penghaargaan yang layak terhadap profesi guru dapat dibangun sistem pendidikan yang menunjang lahirnya masyarakat demokrasi, masyarakat yang disiplin, masyarak yang bersatu penuh toleransi dan pengertian serta dapat bekerjasama. [1]

Lembaga pendidikan madrasah/sekolah sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional dituntut untuk selalu berupaya meningkatkan kualitas dalam penyelenggaraan pendidikan, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas yang mampu bersaing serta mampu menghadapi tantangan zaman. Penyelanggaraan pendidikan yang menghasilkan lulusan bermutu rendah sebenarnya merupakan pemborosan waktu, tenaga dan biaya. Oleh karena itu, penyelenggaraan akreditasi, sebagai upaya pengendalian mutu, baik melalui sistem penilaian hasil belajar, penerapan kurikulum, sarana, tenaga kependidikan, maupun melalui pengaturan sistem belajar mengajar adalah sebagi suatu keharusan.[2]

Didalam menentukan kualitas suatu lembaga pendidikan, sistem akreditasi memainkan peranan peran yang tidak hanya penting, tetapi juga strategis, antara lain:[3]
a.       Memberikan informasi yang komperhensif kepada masyarakat (stakeholders) mengenai lembaga pendidikan tertentu. Dengan informasi hasil akreditasi tersebut masyarakat memperoleh gambaran dengan kekurangan, kelebihan, peluang dan ancaman yang dihadapi lembaga pendidikan.
b.      Sebagai titik tolak para ahli pendidikan dan para lembaga pendidikan dalam menganalisis dan memberikan solusi terhadap masalah-maslah yang dihadapi lembaga pendidikan. Dengan demikian, pembinaan yang dilakukan terhadap lembaga pendidikan akan selalu kontekstual dan tepat sasaran.
c.       Sebagai alat pengendalian kualitas. Dengan akreditasi komperhensif, akan didapatkan peta lembaga pendidikan dari segi kualitasnya. Ini tidak hanya penting bagi para pengambil kebijakan, tetapi juga sangat bermanfaat bagi lembaga-lembaga pendidikan yang bersangkuatan. Informasi akurat yang didapat dari akreditasi akan menjadi titik tolak bagi lembaga pendidikan yang bersangkutan untuk melakukan internal review yang dapat dijadikan patokan dalam peningkatan kualitas.



[1] HAR. Tilar, Paradigma Baru Pendidikan Nasional.(Jakarta: Reneka Cipta, 2004). Hlm. 14.
[2] Departemen Agama RI. Pedoman Akreditasi Madrasah.(Jakarta: Direktorat Jendral Kelembagaan Agama Islam Depag RI, 2005), Hlm. 5.
[3] Moh. Irfan, “Menyoal Sistem Akreditasi Madrasah”. Dalam Jurnal Madrasah. (Jakarta: Departemen Agama Pusat, Vol. 5, No. 1, 2001), Hlm. 19.

Popular posts from this blog

ORGANISASI PENDIDIKAN : JENIS DAN STRATEGI PENGUATAN

DAULAH ABASYYIAH (AL MA"MUN & HARUN AL RASYID)