Hukum Jual Beli Sperma Manusia Dan Adanya Bank Sperma Menurut Islam

Image
Praktek jual beli sperma sekarang tengah merajalela dalam kehidupan bermasyarakat, banyak suami istri yang susah memiliki anak bahkan sampai ada yang didiagnosa tidak akan memiliki anak (mandul) melakukan berbagai cara agar dapat memiliki anak. Karena anak bagi sebagian masyarakat adalah harta termewah untuk kehidupan masa depan mereka dan sebagai penerus keturunan mereka. Apalagidengan adanya kemajuan teknologi dibidang kedokteran yang membentuk bank sperma (cryiobanking) agar orang dapat membelinya dan memiliki anak dengan cara enseminasi buatan, enseminasi buatan diambil dari pendonor sperma tanpa menghiraukan adanya perkawinan atau tidak. Hal ini tentu akan menjadi permasalahan dengan nasab anak tersebut. Sehingga timbul berbagai pertanyaan dalam masyarakat apakah memiliki anak dengan cara enseminasi buatan termasuk perbuatan zina? karena tidak diketahui siapakah bapak biologis si anak tersebut, sedangkan zina dalam Islam termasuk perbuatan yang haram. Ada juga yang menggunakan ba…

Pembukuan Qur’an

Sejarah Pembukuan Al-Qur'an



Pembukuan Qur’an


Ide mengenai pembukuan Qur’an berasal dari Umar. Ide ini muncul karena keprihatinanya terhadap banyaknya penghafal al-Qur’an yang meninggal dunia dalam perang Yamamah. Menghimpun Al-Quran atas usulan Umar bin Khattab denga alasan:

1.      Banyak penghafal Al Quran yang gugur syahid;
2.      Tulisan yang ada di pelepah-pelepah kurma, batu-batu dan tulang dikhawatirkan rusak dan hilang;
3.      Untuk menjaga kemurnian Al-Quran, penulisan tersebut diserahkan kepada Zaid bin Tsabit dan disimpan oleh Khalifah Abu Bakar

Abu Bakar ash-Shiddiq memerintahkan kepada Zaid bin Tsabit untuk menghimpun Al-Quran dari pelapah kurma, kulit binatang, dan dari hafalan kaum muslimin. Hal ini dilakukan sebagai usaha untuk menjaga kelestarian Al-Quran setelah syahidnya beberapa orang penghafal Al-Quran di perang Yamamah. Sejak itulah Al-Quran dikumpulkan dalam satu mushaf. Iilah untuk pertama kalinya Al-Quran dihimpun.

Untuk mewujudkan idenya ini Umar melakukan dialog dengan Abu Bakar karena beliaulah pemimpin tertinggi umat Islam pada saat itu. Pada awalnya Abu Bakar tidak setuju dengan ide Umar ini dengan alasan karena Rasul tidak pernah memerintahkan untuk membukukan al-Qur’an dan Abu Bakar tidak mau melakukan perbuatan yang tidak dianjurkan oleh Rasul. Setelah terjadi dialog yang cukup panjang akhirnya kahlifah Abu Bakar setuju dengan ide Umar ini.

Pembukuan Qur’an

Untuk merealisasikan program ini Khalifah Abu Bakar memanggil Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan Qur’an. Pada awalnya Zaid juga tidak setuju dengan ide ini, dia beralasan seperti yang disampaikan oleh Abu Bakar. Setelah ketiga orang ini berdialog akhirnya diputuskan untuk membukukan Qur’an dan orang yang diberi tugas untuk itu ialah Zaid bin Tsabit.

Popular posts from this blog

DAULAH ABASYYIAH (AL MA"MUN & HARUN AL RASYID)

ORGANISASI PENDIDIKAN : JENIS DAN STRATEGI PENGUATAN