Pembukuan Qur’an

Sejarah Pembukuan Al-Qur'an



Pembukuan Qur’an


Ide mengenai pembukuan Qur’an berasal dari Umar. Ide ini muncul karena keprihatinanya terhadap banyaknya penghafal al-Qur’an yang meninggal dunia dalam perang Yamamah. Menghimpun Al-Quran atas usulan Umar bin Khattab denga alasan:

1.      Banyak penghafal Al Quran yang gugur syahid;
2.      Tulisan yang ada di pelepah-pelepah kurma, batu-batu dan tulang dikhawatirkan rusak dan hilang;
3.      Untuk menjaga kemurnian Al-Quran, penulisan tersebut diserahkan kepada Zaid bin Tsabit dan disimpan oleh Khalifah Abu Bakar

Abu Bakar ash-Shiddiq memerintahkan kepada Zaid bin Tsabit untuk menghimpun Al-Quran dari pelapah kurma, kulit binatang, dan dari hafalan kaum muslimin. Hal ini dilakukan sebagai usaha untuk menjaga kelestarian Al-Quran setelah syahidnya beberapa orang penghafal Al-Quran di perang Yamamah. Sejak itulah Al-Quran dikumpulkan dalam satu mushaf. Iilah untuk pertama kalinya Al-Quran dihimpun.

Untuk mewujudkan idenya ini Umar melakukan dialog dengan Abu Bakar karena beliaulah pemimpin tertinggi umat Islam pada saat itu. Pada awalnya Abu Bakar tidak setuju dengan ide Umar ini dengan alasan karena Rasul tidak pernah memerintahkan untuk membukukan al-Qur’an dan Abu Bakar tidak mau melakukan perbuatan yang tidak dianjurkan oleh Rasul. Setelah terjadi dialog yang cukup panjang akhirnya kahlifah Abu Bakar setuju dengan ide Umar ini.

Pembukuan Qur’an

Untuk merealisasikan program ini Khalifah Abu Bakar memanggil Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan Qur’an. Pada awalnya Zaid juga tidak setuju dengan ide ini, dia beralasan seperti yang disampaikan oleh Abu Bakar. Setelah ketiga orang ini berdialog akhirnya diputuskan untuk membukukan Qur’an dan orang yang diberi tugas untuk itu ialah Zaid bin Tsabit.

Popular posts from this blog

ORGANISASI PENDIDIKAN : JENIS DAN STRATEGI PENGUATAN

DAULAH ABASYYIAH (AL MA"MUN & HARUN AL RASYID)