Penerapan CIPP

Penerapan CIPP


A.      Hasil Survey
Berikut ini adalah hasil survey di SMA N 1 Banguntapan Bantul pada hari Senin,  8 April 2013 pukul 09.00 WIB. Narasumber pada survey ini adalah Bapak Sutrisna selaku wakil kepala sekolah SMA N 1 Banguntapan Bantul.
1.    Visi SMA N 1 Banguntapan
Asri, berprestasi, berkepribadian dan berdaya saing
2.    Misi SMA N 1 Banguntapan
a.    Menata lingkungan sekolah tang tertata
b.    Melaksanakan pembelajaran dan pembimbingan yang berkualitas
c.    Mengembangan kepribadian Indonesia yang mantap
d.   Memenuhi sarana dan melakukan pembinaan ibadah secara intensif
e.    Membangun pribadi siswa yang  kompetitif
3.    Program-program
Untuk mencapai mutu yang berkualitas adapun program-program yang di canangkan dalam SMA 1N Banguntapan seperti yamg dilakukan oleh semua warga sekolah yaitu dengan adanya sabtu bersih yang diadakan setiap satu bulan sekali, kegiatan ini dilakukan guna menyadarkan para siswa untuk peduli terhadap lingkungan yang ada disekitar mereka supaya lingkungan mereka bersih, sesuai dengan misi yang telah dibuat bersama yaitu menciptakan lingkungan sekolah yang asri. Dan kegiatan ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap siswa-siwi SMA 1 N Banguntapan. Karena gerakan yang kecil tapi manfaatnya besar bagi kehidupan lingkungan yang mereka tempati. Contoh dari kegiatan tersebut yaitu membuang sampah pada tempatnya, menyapu tempat yang kotor, dan mencabuti rumput yang sudah tinggi-tinggi sehingga tidak mengganggu pemandangan yang ada di sekitar sekolah.


B.       Hasil Penilaian Berdasarkan Model CIPP
Elemen Penilaian Program meliputi 4 hal yaitu:
1.      Unit
Dalam pendidikan yang dimaksud unit atau satuan dapat berupa peseta didik, pendidik, kelas di bawah asuhan seorang pendidik, sebuah sekolah, sebuah wilayah, sebuah propinsi bahkan seluruh jajaran departemen. Menurut Cronbach apabila program kegiatan yang dilaksanakan berupa kegiatan pembelajaran (klasikal), maka prestasi peserta didik dikarenakan ada hubungan dengan peserta didik lain, maka yang dijadikan sampel bukan seorang pesera didik itu saja. Demikian juga dengan pendidik.
2.      Treatment
Dalam ilmu-ilmu sosial perlakuan terhadap manusia seringkali mengalami penyimpangan, sehingga tidak begitu mudah efek secara cermat. Anderson (1975) menyatakan pada umumnya penilaian program pendidikan lebih tertarik pada unsur out-come (sebagai variabel terikat) dan input sebagai variabel bebas. Akhirnya perhatian penilaian terhadap kualitas proses pembeajaran masih kurang jika dibandingkan dengan penilaian terhadap hasil pedidikan.
3.      Operation
Yang dimaksud operasi adalah hal-hal yang berhubungan dengan prosedur pengumpulan data, seperti pemberian tes, interview, pengamatan di kelas dan sebagainya. Di laboratorium prosedur perlakuan lebih mudah diamati karena lingkupnya terbatas dan kejadiannya sudah terstandar (baku). Kesalahan yang biasa terjadi, al : evaluator tidak akrab dengan pelaksana, tidak melengkapi instrumen, tidak mengungkap efek samping yang bersifat positif, menyimpulkan hal-hal yang tidak langsung terkait dengan kebijakan
4.      Setting
Adalah situasi lingkungan sosial tempat dilakukan penilaian. Misalnya : situasi atau iklim sosial ekonomi, politik, budaya, dsb.  Anderson mengaitkan setting ini dengan kegiatan yang disebut “field operation”field menunjuk pada tempat dimana penilaian dilakukan, sedangkan operation menunjuk pada kegiatan yang dilakukan.[1]
Maka berdasarkan data yang diperoleh dari survey di SMA N 1 Banguntapan Bantul, serta berdasarkan penjelasan yang telah dipaparkan tentang  Model CIPP, berikut ini hasil penilaian kami berdasarkan model CIPP tersebut:
1.      Context Evaluation
Sebagaimana diketahui visi dari SMA N 1 Banguntapan adalah “Asri, berprestasi, berkepribadian dan berdaya saing”, serta misi yang diusungnya sebagaimana disebutkan diatas, maka SMA tersebut cukup memenuhi  jawaban daripada penilaian ini. Karena beberapa hal dibawah ini:
a.       Berusaha menjawab apa yang menjadi kebutuhan di sektor SDM dengan berusaha mencetak lulusan yang berkepribadian. Hal ini dikarenakan saat ini pendidikan karakter menjadi titik poin penting dalam dunia pendidikan.
b.      Lulusan dari SMA tersebut berusaha mencetak output sekaligus outcame yang mumpuni di masyarakat. Hal ini sebagaimana tertuang dalam visinya agar setiap siswa mampu berdaya saing. Serta bentuk misinya agar para siswa dapat berkompetitif. Berkompetitif disini bias diartikan dalam hal akademik dan kemasyarakatan.
c.       Program yang cukup berhasil adalah membiasakan siswa berlaku sopan santun. Hal ini merupakan bagian dari program yang cukup mudah dicapai karena dari pihak pengurus sekolah membiasakan hal tersebut setiap hari dalam bentuk salam, senyum, sapa.
Adapun problematikanya adalah masih kurangnya tenaga pendidik yangbisa dengan sigap menyesuaikan perubahan yang ada. Bagaimana agar para pendidik mampu bergerak cepat menghadapi perubahan yangada terutama dalam bidang teknologi. Kegiatan yangbelum terpenuhi secara optimal termasuk antara lain adanya website yang up to date dan dikembangkan secara berkelanjutan.
2.      Input Evaluation
Strategi yang dicanangkan oleh SMA N 1 Banguntapan ini sudah menjawab tantangan yang ada yang menjadi tujuan sebagaimana tercantum dalam visi dan misi. Untuk menjadikan lingkungan sekolah yang asri pihak sekolah telah mengadakan kegiatan bersih-bersih lingkungan secara kondisional. Kemudian untuk mewujudkan  siswa berprestasi, pengurus sekolah memiliki para pendidik yang berkompeten. Dan unuk meningkatkan kapabilitas guru pihak sekolah juga mengadakan diklat, sehingga wawasan para guru semakin luas.

3.      Process Evaluation
Program yang ada di SMA N 1 Banguntapan dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan hasil yang positif. Dari data yang dijelaskan pada saat wawancara memperlihatkan bahwa:
a.       Tingkat kedisiplinan siswa dalam mematuhi peraturan dari hari kehari semakin baik. Hal ini dibuktikan dengan realita di lapangan dan dari data pelanggaran yang ada mengalami pengurangan disbanding tahun sebelumnya.
b.      Keadaan lingkungan sekolah yang asri semakin terlihat wujudnya, hal ini terlihat dengan gambaran kondisi kebersihan, kenyamanan di lingkungan kelas.
c.       Prestasi akademik mengalami peningkatan, dari beberapa kompetisi antar SMA  yang diadakan di berbagai acara SMA N 1 Banguntapan banyak meraih juara, dibuktikan dengan piala-piala yang diraihnya di berbagai kejuaraan.
4.      Product Evaluation
Dari data-data yang ada baik visi, misi, serta program yang mendukung terwujudnya visi misi Madrasah dan realita yang ada di lapangan menunjukkan keberhasilan yang cukup memuaskan.
a.       Asri, tujuan ini terwujud dengan suksesnya madrasah mewujudkan lingkungan madrasah yang nyaman, tidak bising, bersih dan ruangan tertata rapi ini menjadikan para siswa nyaman mengikuti proses pembelajaran.
b.      Berprestasi, prestasi di berbagai kompetisi banyak diraih, lulusan pada saat UAN cukup memuaskan, hal ini menunjukkan program yang ada mampu mewujudkan tujuan yang dicanangkan.
c.       Berkepribadian, para siswa diajari sopan santun, kesopanan dalam berpakaian, dan sikap yang baik terhadap orang yang lebih tua, diajari menghormati yang lain dengan peraturan turun di depan into masuk dan salaman dengan guru, program ini cukup sukses untuk mewujudkan siswa yang berkepribadian luhur.
d.      Berdaya saing, SMA N 1 Baguntapan mampu bersaing dengan SMA-SMA lain yang ada di Yogyakarta khususnya. Prestasi yang diraihmenunjukkan SMA N 1 Banguntapan tidak dapat diremehkan.
Namun selain keberhasilan-keberhasilan tersebut ada beberapa catatan yang setidaknya bias dijadikan acuan untuk kemajuan di masa mendatang. Dari data dan hasil interview kami setidaknya point penting yang perlu dibenahi adalah:
1.      Pendidik yang berkompeten dengan kemajuan harus ada/diadakan.
2.      Perbaikan website resmi sekolah, karena era digital pihak sekolah juga harus mengikuti perkembangan ini. Dengan website maka sekolah dapat mengenalkan sekolahnya dengan orang lain sekaligus merupakan media iklan online.
3.      Perpustakaan sebagai media baca perlu mendapatkan penanganan intensif. Penyediaan buku-buku serta fasilitas yang ada didalamnya haruslah memenuhi kebutuhan peserta didik.

PENUTUP
Penyusunan visi, misi, dan program pendukung untuk mencapai visi yang ada harus dirancang dngan matang. Visi dalam sebuah lembaga harus jelas sehingga program yang dicanangkan dapat mengakomodir secara penuh dari tujuan yang diharapkan. Penilaian menjadi faktor penting demi mengevaluasi dan menjadi bahan untuk dianalisa sehingga dapat digunakan sebagai acuan perbaikan di masa selanjutnya. SMA N 1 Banguntapan telah menyusun visi dan misinya dengan matang dan berusaha menjawab tantangan zaman. Meskipun masih terdapat beberapa catatan namun setidaknya ketercapaian tujuannya cukup memuaskan. Penilaian model CIPP ini tentunya bukanlah hasil yang sempurna. Karena keterbatasan pemahaman penilai dalam menjalankan tugas yang ada. Segala bentuk kritik dan saran selalu kami harapkan. Mohon maaf kepada pihak SMA N 1 Banguntapan bila dalam laporan ini ada beberapa penjelasan yang mungkin menyinggung pihak sekolah. Akhirnya semoga laporan penilaian ini bermanfaat.




[1] Jamroh Latief, Handout “Penilaian Program Pendidikan”, Tarbiyah UIN SUKA, hal. 6-10

Popular posts from this blog

ORGANISASI PENDIDIKAN : JENIS DAN STRATEGI PENGUATAN

DAULAH ABASYYIAH (AL MA"MUN & HARUN AL RASYID)