PENGARUH INTERNET BAGI KEHIDUPAN DALAM PANDANGAN ISLAM



Oleh : 
PUDYASRI ASHARDHINI   K1A015030



PENGARUH INTERNET BAGI KEHIDUPAN DALAM PANDANGAN ISLAM

BAB I PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang

Dewasa ini telah terjadi perubahan yang dialami pada seluruh generasi yang tumbuh dengan perilaku berbeda karena adanya kemajuan teknologi. Berbagai teknologi informasi secara keseluruhan merevolusi perilaku kita dalam melakukan berbagai hal. Hal ini dialami oleh semua generasi mulai dari anak-anak hingga orang dewasa khususnya remaja. Saat ini, remaja dituntut untuk dapat menguasai teknologi agar tidak dikatakan GAPTEK (Gagap Teknologi) oleh lingkungan di sekitarnya.
Internet merupakan salah satu yang menjadi banyak perhatian para remaja. Berbagai situs yang dimilikinya seperti facebook, twitter, instagram dan lainnya yang menjadi pusat perhatian mereka setiap harinya dapat melupakan tugas-tugasnya di sekolah maupun di rumah. Bahkan mereka sampai melupakan waktu mereka ketika telah dihadapkan dengan internet yang seharusnya waktu itu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Hal ini terbukti dari semakin banyaknya orang yang dalam kehidupan sehari-harinya sangat bergantung pada internet.
Pada dasarnya internet merupakan suatu program yang dapat memudahkan kita untuk mencari berbagai informasi, berita, membantu siswa menyelasaikan tuga sekolah dan manfaat lainnya yang terdapat di dalamanya telah meluas hingga seluruh jaringan internasional. Tetapi, tidak dapat dipungkiri pula bahwa banyak kemudharatan atau pengaruh negatif dari intenet yang nantinya akan merusak moral dan mempengaruhi perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga telah timbul keresahan dan ketakutan karena adanya penyalahgunaan internet oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Berdasarkan permasalahan yang ada, kita sebagai umat muslim harus mengingat kembali pada agama atau keyakinan kita yang berfungsi sebagai pondasi atau pedoman dalam menjalankan kehidupan. Islam adalah agama yang sangat memperhatikan semua aspek kehidupan sesuai dengan perintah Allah SWT, termasuk pada penggunaan internet yang bukan sesuatu yang bebas nilai ketika internet disalahgunakan maka itu merupakan perbuatan zalim yang tidak disukai Allah SWT.

1.2         Rumusan  Masalah

Dalam penulisan makalah mengenai pengaruh internet bagi kehidupan dalam pandangan Islam membatasi pembahasan – pembahasan dengan rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana pandangan Islam tentang internet?
2.      Apa saja dampak internet pada remaja islam masa kini?
3.      Bagaimana peran Agama Islam dalam mengantisipasi dampak negatif internet?

1.3         Tujuan  Penulisan

Makalah ini dibuat untuk mempelajari pengaruh internet bagi kehidupan dalam agama Islam, serta untuk memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Pendidikan Agama Islam.


BAB II PEMBAHASAN

2.1         Pandangan Islam tentang Internet

Sebagian orang berpendapat bahwa internet adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seharihari. Teknologi, khususnya internet yang telah memasuki kehidupan manusia dari kalangan muda sampai tua yang merupakan cara untuk mewujudkan kesejahteraan atau meningkatkan martabat manusia. Islam tidak bertentangan dengan teori pemikiran modern yang teratur asalkan dengan analisa yang objektif dan tidak bertentangan dengan Al-Quran.
Dalam pandangan Islam, iptek digambarkan sebagai cara mengubah suatu sumber daya menjadi sumber daya lain yang lebih tinggi nilainya. Hal ini terdapat dalam surat Ar-Ra’dsyat (11) yang berbunyi“Sesungguuhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya Al-Quran telah mendorong manusia untuk berteknologi supaya kehidupan mereka meningkat.
Dalam Al-Quran banyak terkandung ayat-ayat yang menuntut manusia untuk berpikir, melihat, memandang serta mendorong manusia untuk menggunakan akal pikirannya seoptimal mungkin. Al-Quran mengandung segala informasi yang dibutuhkan manusia, antara lain informasi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi agar manusia dapat mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Islam sebenarnya internet tidak dijelaskan di dalam Al-Quran, karena belum ada saat Al-Quran diturunkan oleh Allah SWT sehingga belum ada sumber yang jelas.
Peran Islam dalam perkembangan internet sangatlah penting, bahwa syariah Islam harus dijadikan sebagai standar pemanfaatan internet itu sendiri. Ketentuan halal dan haram yang terdapat pada hukum-hukum syariah Islam wajib dijadikan tolak ukur pemanfaatannya. Internet yang dihalalkan oleh syariah Islam adalah yang internet yang dapat dimanfaatkan sedangkan internet yang tidak dapat dimanfaatkan adalah yang diharamkan oleh syariah Islam. Kita sebagai makhluk ciptaan Allah SWT tidak boleh tergiur dengan internet yang bukan terlahir dari sifat rahim Allah SWT karena yang kita butuhkan dalam hidup ini hanyalah keridhoan Allah SWT.

2.2         Dampak Internet pada Remaja Islam Masa Kini

Perkembangan dunia internet yang sangat pesat ini telah memberikan manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Memang tidak dapat dipungkiri di era modern saat ini peran internet dalam kehidupan sehari-hari sangatlah berpengaruh.Internet jika dilihat dari dampak positifnya tentu dianggap barang halal atau dibolehkan. Tetapi tidak sedikit pula dampak negatif dari internet yang akan mempengaruhi penggunanya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa internet sebenarnya sangat berguna namun peran manusia dalam menggunakan internet juga sangat penting. Secara umum dampak positif dan negatif dari internet bagi remaja masa kiniadalah sebagai berikut :
1.      Dampak positif
a.   Internet memudahkan remaja masa kini untuk mencari informasi, berita, atau data yang penting dan akurat secara cepat.
b.  Sebagai media komunikasi kita sebagai makhluk sosial sehingga dapat menjalin tali silaturahmi dengan pengguna lainnya baik yang dekat maupun jauh.
c.      Memotivasi remaja untuk dapat berkarya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dalam bidang bisnis atau yang lainnya.
2.      Dampak negatif
a.  Internet yang mengandung gambar-gambar pornografi dan sebagainya dapat mengakibatkan remaja bertindak kriminal atau perbuatan yang melanggar hukum.
b.     Penggunaan internet secara berlebihan dapat menimbulkan rasa malas serta menghambat kegiatan belajar, beribadah dan hal-hal yang lebih bermanfaat lainnya.
c.    Seringnya berkomunikasi melalui internet dapat mengurangi komunikasi secara langsung atau tatap muka dalam pergaulan remaja masa kini.
Berdasarkan pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa dari banyaknya dampak positif dari internet ternyata banyak pula dampak negatifnya. Dampak negatif tersebut dapat diminimalisir tergantung dari diri kita sendiri. Diperlukan pula adanya antisipasi untuk menanggulangi hal-hal negatif tersebut, seperti peningkatan perhatian orang tua kepada anak-anaknya. Salah satunya dengan memberikan nasihat yang lemah lembut dan tindakan yang tegas tanpa kekerasan akan lebih didengar oleh  remaja dan dapat melunakkan hati mereka. Tidak lupa pula untuk selalu memberikan pendidikan akhlak kepada anak-anaknya sehingga mereka dapat mengontrol perbuatan yang akan dilakukannya.
2.3         Peran Agama Islam dalam Menanggulangi Dampak Negatif Internet
Berkembangnya penggunaan internet yang sangat pesat seharusnya dijadikan sarana umat manusia untuk beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT dengan memanfaatkan kemajuannya. Misalnya dengan menjaga, memelihara, melestarikan keseimbangan hidup manusia di dunia bukan untuk merusak bumi. Firman Allah SWT :
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Artinya : “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar” (Q.S Ar-Ruum : 41)
Fenomena yang tampak seperti ayat diatas yaitu penyalahgunaan internet. Internet dalam islam diarahkan untuk meningkatkan kualitas kemanusiaan, sehingga jangan sampai internet mengatur kita sebagai makhluk ciptaan-Nya.
Dalam penggunaan internet aqidah Islam harus dijadikan dasar dari segala konsep dan aplikasinya. Hal ini merupakan paradigma Islam sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah saw. Konsep-konsep yang terkandung pun harus distandarisasi benar salahnya dengan tolak ukur Al-Quran dan Hadist serta tidak boleh bertentangan dengan keduanya.
Syariah Islam juga digunakan sebagai standar pemanfaatan internet tentang halal-haramnya. Keharusan tolak ukur syariah yang mewajibkan umat Islam menyesuaikan perbuatannya dengan ketentuan Allah SWT dan Rasul-Nya terdapat dalam surat Al-Araaf (3) yang berbunyi “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pimpinan-pimpinan selain-Nya”. Dalam agama Islam sendiri tidak membatasi seseorang untuk menggunakan IPTEK khususnya internet, namun syariah Islam memberikan rambu-rambu untuk menjaga keselamatan penggunanya.
Pendidikan Agama Islam yang dimiliki seseorang seharusnya menjadikan manusia yang memiliki moral dan akhlaqul karimah. Keimanan yang kuat kepada Allah SWT akan mampu mengantisipasi dampak  negatif dari penggunaan internet yang ada. Iman kepada Allah SWT akan menumbuhkan rasa takut untuk berbuat maksiat serta rasa malu untuk berbuat kerusakan di bumi. Dengan peningkatan keimanan yang terus menerus akan dapat membendung dampak negatif tersebut karena hanya diri kitalah yang dapat membentenginya sebaik mungkin untuk menghadapinya sehingga akan ada batasan dan norma-norma yang kita pegang teguh.
Selain landasan agama Islam yang dimiliki seseorang, ada pula peran orang tua untuk melindungi anak dari pengaruh buruk internet. Orang tua harus melakukan pendekatan kepada anaknya dengan cara mebangun komunikasi yang baik. Hal tersebut dapat memudahkan orang tua untuk menanamkan nilai-nilai moral dan menjelaskan apa saja bahaya dari penggunaan internet sehingga anak tidak mudah terjerumus. Keluarga yang didasari oleh nilai-nilai agama akan memiliki pondasi yang kuat untuk menghadapi dampak buruk dari internet. Hal ini sudah menjadi tanggung jawab orang tua seperti yang terdapat dalam Firman Allah surat At-Tahrim ayat 6 yang berbunyi “Hai orang-orang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah SWT terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.Salah satu tanggung jawab orang tua adalah mendidik anaknya dengan akhlak yang mulia. Selain itu, tanamkan pula rasa takut kepada Allah karena Allah memperhatikan dan melihat apayang dilakukannya.
  
BAB III PENUTUP
1.1         Kesimpulan
Seiring dengan kemajuan teknologi, penggunaan internet semakin luas di kalanagan masyarakat. Pada dasarnya, Islam tidak pernah menghambat kemajuan internet dalam kehidupan sehari-hari karena Islam telah mendorong manusia untuk berteknologi agar kehidupan mereka meningkat. Namun, dengan syarat dalam analisisnya tidak bertentangan dengan Al-Quran dan Hadist. Pengaruh yang timbul dari perkembangan tersebut ada positif dan negatif. Salah satu cara untuk menanggulangi dampak negatif tersebut yaitu dengan aqidah yang dijadikan dasar, syariah Islam sebagai standarisasi serta peran orang tua dan lingkungan sekitar untuk mengingatkan akan kepentingan menjalankan ibadah shalat. Jadi, dapat disimpulkan dampak dari internet itu tergantung dari diri sendiri sebagai penggunanya. Hati nurani kitalah yang akan memilih hal yang baik dan benar. Selalu ingat pula bahwa Allah Maha Melihat setiap perbuatan kita. Semoga kita semua dapat terhindar dari dampak buruk internet. Amiin.
 
DAFTAR PUSTAKA
Hafifah, Hana, 2014, [online], http://hanahafifah.blogspot.co.id/2014/01/pandangan-islam -dalam-perkembangan-ilmu.html  (diakses pada 30 Juni 2016).
Iswah, 2014, [online], http://iswatulhasanah92.blogspot.co.id/2014/03/dampak-internet-pada-remaja -masa-kini.html (diakses pada 30 Juni 2016).
Rambing, Sutmardiyanti, 2012, [online], http://sutmardiyantirambing.blogspot.co.id/2012/09/dampak-negatif-internet-pada_7564.html (diakses pada 1 Juli 2016).
Ukhti, 2013, [online], http://milailis.blogspot.co.id/2013/01/hubungan-islam-dan-teknologi-internet.html (diakses pada 30 Juni 2016).

Popular posts from this blog

ORGANISASI PENDIDIKAN : JENIS DAN STRATEGI PENGUATAN

DAULAH ABASYYIAH (AL MA"MUN & HARUN AL RASYID)