IMAN PADA ERA GLOBALOSASI


Sarah Ikrimatul Izmi, K1C016065

Iman Pada Era Globalisasi


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Iman adalah membenarkan dengan hati,diucapkan dengan lisan,dan diamalkan dengan perbuatan.seseorang yang dikatakan mukmin apabila seseorang tersebut menjalankan ketiga perintah tersebut,jika seseorang mengakui dalam hatinya bahwa allah itu ada  tetapi tidak mengikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan perbuatan maka seseorang tersebut belum bisa dikatakan sebagai mukmin yang sempurna,karena ketiga unsur tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh yang tidak bisa dipisah-pisahkan.sehingga   sebagai seorang muslim harus menjalankan ketiga unsur tersebut dengan baik dan benar.
Globalisasi adalah suatu proses yang mencangkup keseluruhan dalam berbagai bidang kehidupan sehingga tidak ada batas-batas yang mengikat,globalisasi juga dikatakan sebagai perubahan sosial yang sangat berbeda pada zaman dahulu dengan sekarang ,misalnya seperti keterkaitan masyarakat  dengan teknologi yang lebih modern dari sebelumnya, seperti pertukaran budaya,ekonomi internasional,dan lain sebagainya.
Iman juga dapat mengalami pasang surut,naik turun bahkan bisa juga menjadi luntur dan lentur.dalam hal ini semua orang diuji menghadapi tamparan angin kencang yang bertiup dari segenap penjuru.arus informasi globalisasi yang begitu hebat dan dahsyat jelas meninggalkan dampak bagi kehidupan sehari-hari ,baik positif maupun negative hal ini sangat nyata sehingga tidak dapat bisa dipungkiri lagi kehadiranya,dalam kondisi semacam ini semua orang dituntut untuk mampu mengantisipasi dengan iman yang tangguh,kokoh,kuat disamping memiliki sikap selektif,kritis,dan analisis yang berpijak pada norma-norma agama.
1.2  Rumusan Masalah:
1.      Bagaimana reskontruksi iman?
2.      Sebutkan hal-hal yang dapat mempengaruhi iman pada era globalisasi?
3.      Bagaimana kondisi keimanan pada era globalosasi?
4.      Bagaimana perbedaan perilaku pada zaman dulu dengan zaman  era globalisasi ?

  1.3  Tujuan:
2.      Mengetahui tentang rekonstruksi iman
3.      Mengatahui hal-hal yang dapat mempengaruhi iman pada era globalisasi
4.      Mengatahui kondisi keimanan pada era globalisasi
5.      Mengatahui perilaku pada zaman dulu dengan zaman era globalisasi


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Rekonstruksi Iman
            Rekonstruksi iman,sebenarnya telah ada pada diri kita sebagai modal dasar dalam berbuat dan bertolak belakang .seperti adanya sifat fujur dan takwa.mengenai masalah selanjutnya adalah sangat tergantung pada pengembangan serta pengaruh daripada lingkunganya.dalam era seperti ini,nilai iman benar-benar amat esensial.oleh sebab itu pada dewasa ini,masalah pembinaan iman sangat perlu adanya ketekunan dan keseriusan.semakin tinggi nilai iman,justru semakin tinggi nilai iman,justru semakin hebat kendala dan tantanganya,guna mengantisipasi hal tersebut seorang mukmin harus memiliki persepsi keagamaan yang lurus dan kuat serta benar dan sebagai konsekuensinya adalah keterasingan dalam arti golongan relative kecil.memang begitulah realita bahwa sunatullah ini benar-benar berlaku di muka bumi yang fana ini.akhirnya terjadilah perbandingan yang sangat menyolok bahwa prosentasi orang berbuat kebajikan lebih kecil dan menurun dibanding pelaku perbuatan kejahatan (maksiat).
2.2 Hal-Hal Yang Mempengaruhi Iman Pada Era Globalisasi
            pengaruh iman pada era globalisasi ada dua yaitu factor internal dan factor eksternal.  Factor ekternalnya antara lain disebabkan adanya pengaruh perubahan zaman yang tumbuh berkembang di sekitar masyarakan.sedangkan faktor internal antara lain disebabkan akibat pengaruh sifat-sifat tercela yang ada pada diri kita sendiri.seperti syirik,nifaq dan kabaair.seluruh sifat inilah merupakan musuh utama yang dapat menggerogoti iman seseorang sehingga semajin lama menjadi semakin tipis,bahkan akhirnya bisa juga hilang dan lenyap.untuk itu tiada jalan lain kecuali yang harus dilakukan adalah intropeksi diri,supaya tidak menyasal di kemudian hari,meningkatkan takwa terhadap allah swt dalam di situasi dan kondisi apapun,meningkatkan prestasi ibadah dengan khusu dan tawadu karena allah semata,meningkatkan amal shaleh yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat,meninggalkan amal maksiat yang dapat merusak dan berbahaya bagi kemaslahatan umat,aktif mengikuti majelis taklim dalam rangka mengupgrade diri menuju kesempurnaan dan keutamaan.


2.3 Kondisi Iman  Pada Era Globalisasi
            Kondisi iman pada era globalisasi sudah semakin menghawatirkan karena budaya kebarat-baratan sudah mempengaruhi sebagian besar remaja di Indonesia,seperti pada pakaian yang telah dikenaka oleh remaja sekarang tidak sesuai dengan syariat islam ,anak remaja sekareang bertutur kata tidak sopan kepada orang yang lebih tua,tidak memanfaatkan teknologi dengan baik,anak remaja lebih sering mendatangi tempat-tempat seperti diskotik dibanding dating ke masjid,hal tersebut sangat membahayakan bagi penerus bangsa dan dapat menghilangkan ajaran-ajaran islam yang telah dibawa oleh rasulullah pada zaman dahulu.
2.4 perilaku pada zama dahulu dengan perilaku pada zaman era globalisasi
            Perilaku pada zaman dahulu antara lain adalah manggunakan pakain yang sopan,bertuturkata yang baik kepada orang yang lebih tua,selalu beriktiar kepada allah,sering membaca al-quran,sedangkan perilaku pada zaman era globalisasi adalah berprilaku tidak sopan,bertuturkata yang tidak sopan kepada orany yang lebih tua,berpakaian yang kurang sopan,jarang mendekatkan diri kepada allah,lebih banyak mengunjumgi diskotik dibandingkan dengan masjid.

BAB III
SIMPULAN
Iman di era globalisasi saat ini sudah menghawatirkan karena masyarakat indonesia sudah terpengaruh oleh budaya kebarat-baratan sehingga membuat keimana seseorang berubah,dan hal tersebut juga bisa merubah kaidah-kaidah dalam islam.kalau dibiarkan terus menerus makan keimanan seseorang bisa luntur karena budaya barat yang semakin berkembang.